5 Kebiasaan Penting yang Harus Dimiliki Pemimpin

5 Kebiasaan Penting yang Harus Dimiliki Pemimpin

Menjadi pemimpin memang bukan hal yang mudah. Untuk itu dibutuhkan sedikitnya 5 kebiasaan penting yang harus dimiliki pemimpin. Kebiasaan ini wajib dimiliki agar seseorang bisa menjadi pemimpin yang efektif.

Mendengarkan

Sering seorang pemimpin hanya sibuk memberikan perintah dan petunjuk. Tetapi lupa mendengarkan. Komunikasi yang baik adalah dua arah, sehingga selain pandai memberikan perintah atau petunjuk, seorang pemimpin harus membiasakan diri mendengarkan.

Tak ada seorang pun di dunia ini yang maha. Bantuan dari rekan kerja, bawahan atau bahkan seseorang yang hanya bertugas sebagai tukang sapu diperlukan untuk dapat menjalankan sebuah usaha dengan baik.

Selain bantuan dalam bentuk kerja yang baik, masukan juga bisa didapatkan dari semua stake holder sebuah usaha. Baik dari dalam usaha seperti karyawan atau pun dari konsumen yang berada di luar usaha.

Seorang pemimpin harus membiasakan diri mendengarkan agar bisa menyerap masukan ini. Tanpa kebiasaan mendengarkan, masukan yang terkadang bisa menjadi kunci sukses usaha akan terlewat.

Masuk kuping kiri keluar kuping kanan!

Observasi

“Masuk ke kantor dengan dagu terangkat tinggi-tinggi, dan tidak peduli dengan apa yang terjadi sepanjang jalan dari resepsionis sampai ruang kerja”

Apakah Anda termasuk pemimpin seperti ini?

Kebiasaan observasi adalah penting, misalnya ketika kita berjalan masuk ke kantor menyapa satpam dengan menyebut namanya, sebuah sapaan yang akan sangat dihargai oleh orang serta bisa meningkatkan semangat kerja. Bagaimana raut muka sang satpam, apakah senang atau sedih? Jika sedih mengapa? Perhatian kecil seperti ini bisa meningkatkan loyalitas.

Ketika Anda berjalan masuk, bagaimana kebersihan sepanjang jalan? Jika kebersihan kantor saja tidak bisa dijaga, apakah berarti perusahaan berjalan dengan baik? Pernah saya membaca, jika Anda ingin melihat bagaimana sebuah perusahaan dijalankan maka lihatlah kebersihan WC nya. Jika WC yang notabene bagian paling belakang bersih dan harum maka kemungkinan besar perusahaan ini adalah perusahaan yang terkelola baik.

Tanpa kebiasaan observasi, apakah seorang pemimpin akan sadar jika halaman kantornya kotor?

Belajar

Kebiasaan belajar sebenarnya tak perlu lagi dikatakan namun memang kadang terjadi ketika kita sudah di posisi atas, kita merasa tak punya waktu lagi untuk belajar.

Sekarang ini sedang tren digitalisasi. Seorang CEO mungkin tak perlu harus mampu coding, namun dia harus mengerti tentang konsep digitalisasi. Bagaimana jika tak mengerti dunia digital bisa mengarahkan usahanya agar bisa memanfaatkan e commerce misalnya. Atau bagaimana bisa mengarahkan perusahaan agar bisa mengolah data yang dikumpulkan?

Belajar adalah keharusan bagi seorang manusia sepanjang hayatnya. Tak ada yang pasti di dunia ini kecuali kematian dan perubahan yang akan terus terjadi.

Baca juga: Warren Buffet dan Uang Tunai

Disiplin Kepada Sistem

Usaha kecil hanya membutuhkan sistem yang sederhana. Warung hanya dengan mencatat jumlah penjualan dan jumlah pembelian bisa mendapatkan nilai keuntungan warung tersebut dengan cara mengurangi total penjualan dikurangi total pembelian. Walau mungkin tidak terlalu akurat namun cukup selama warung tersebut belum besar.

Semakin besar sebuah usaha, biasanya semakin kompleks sistem yang dibutuhkan. Walau sistem yang kompleks adalah kebutuhan, namun konsep “Keep It Simple Stupid” tetap penting untuk diperhatikan. Artinya selalu mencoba menyederhanakan sebuah proses tanpa kehilangan tujuan dan kemampuan mengawasi.

Kadang kita tergoda untuk memotong proses, misalnya langsung memberikan perintah kepada staf tanpa melalui supervisornya. Hal ini bisa menghilangkan semangat dan rasa tanggung jawab sang supervisor.

Contoh lainnya, langsung memerintahkan bagian keuangan untuk transfer tanpa dokumen pendukung. Memang cepat tetapi apakah kita bisa menjamin bagian keuangan tidak tergoda untuk nakal pada akhirnya?

Untuk itu penting untuk memiliki kebiasaan disiplin pada sistem. Sambil terus menerus memperbaiki dan mencoba untuk menyederhanakan sistem tersebut.

Memperhatikan Diri Sendiri

Kebiasaan memperhatikan diri sendiri adalah kebiasaan terakhir dari 5 kebiasaan penting yang harus dimiliki pemimpin.

Jika kita tak memperhatikan diri sendiri, misalnya kebersihan diri dan kesehatan. Bagaimana kita bisa mengurus orang lain ketika kita sakit? Atau menegur karyawan yang jorok jika kita tak terbiasa bersih?

Referensi: Entrepreneur

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Ronald Wan

Share jika Bermanfaat
  • 3
  • 2
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  •  
  •  

Author: Ronald Wan

@Pseudonym | Love To Read | Try To Write | Observant | email : [email protected]