mengatur keuangan di masa pandemi

Mengatur Keuangan di Masa Pandemi, Lebih Berat dari Maraton

Mengatur keuangan di masa pandemi memang lebih berat dibanding lari maraton. Ketika kita lari maraton walaupun perlu mengatur stamina dan nafas agar bisa mencapai garis akhir yang sudah ditentukan. Berbeda dengan sekarang ini saat pandemi Covid-19 yang kapan berakhirnya belum ada yang bisa memastikan.

Banyak epidemiolog yang mengatakan bahwa akhir dari pandemi adalah ketika vaksin sudah ditemukan dan minimal 70 persen masyarakat sudah divaksinasi. Kasus uji klinis vaksin Astra Zeneca yang harus dihentikan sementara membuktikan bahwa pembuatan vaksin bukanlah hal yang mudah.

Baca juga: Vaksin Covid-19 dilihat dari kacamata ekonomi

Setelah vaksin ditemukan maka proses berikutnya adalah produksi. Beruntung Indonesia memiliki PT Bio Farma yang sudah lama melakukan produksi vaksin. Sehingga sedikit banyak terbantu dari sisi produksi.

Melihat perkembangan September 2020 maka perkiraan optimis akhir 2021 sebagian besar masyarakat Indonesia sudah bisa divaksinasi. Dengan harapan semuanya berhasil memperoleh imunitas terhadap Covid-19 sehingga pandemi berakhir.

Ketidakpastian

Vaksin memang sudah mulai terlihat, namun tetap saja membutuhkan proses dari uji klinis sampai dengan vaksinasi hingga menghasilkan imunitas. Proses yang memang perlu waktu dan penuh tanda tanya serta ketidakpastian.

Ketidakpastian harus dihadapi dan diperhitungkan dalam mengatur keuangan di masa pandemi. Bagaimana kita bisa mengatur nafas alias mengatur pengeluaran kita agar bisa bertahan.

Penghematan adalah kata yang harus diulang-ulang di masa ini. Saya sendiri kurang suka dengan kata penghematan tetapi lebih menyukai istilah pengeluaran efektif.

Pengeluaran efektif artinya kita perlu mengurangi pengeluaran tetapi juga jangan sampai kita memotong pengeluaran yang bisa mempertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh seperti membeli obat rutin, vitamin, protein dan sayur-sayuran misalnya atau menghentikan pembayaran asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan.

Pilah mana pengeluaran yang penting dan perlu serta lainnya.

Finansial Check Up

Pertama yang harus Anda lakukan adalah, mencatat semua penghasilan dan pengeluaran. Penghasilan, misalnya dari gaji, komisi, bonus, tunjangan hari raya, jualan online. Pokoknya semua penghasilan yang  anda dapatkan. Jika Anda sudah menikah, penghasilan berarti penghasilan Anda dan pasangan.

Pengeluaran, catat semua pengeluaran Anda dalam satu bulan. Ngopi, uang transport, uang sekolah anak, listrik, pulsa telepon, air, uang kos, gaji asisten rumah tangga, kredit rumah,kredit kendaraan dan lainnya. Penting untuk mencatat semua pengeluaran sampai sekecil-kecilnya

Buang semua pengeluaran yang tidak perlu dan tidak penting, sehingga tercipta sebuah catatan yang menggambarkan pengeluaran efektif.

Anggaran

Membuat anggaran adalah kunci utama agar bisa selamat menghadapi ketidakpastian. Setelah anggaran sudah terbuat maka disiplin anggaran adalah mantra. Jangan tergoda dengan diskon-diskon yang ditawarkan jika memang barang atau jasa tersebut tak masuk dalam anggaran.

Tetapi di sisi lain manfaatkan diskon untuk memenuhi kebutuhan pokok, carilah produk termurah atau diskon yang terbaik sehingga ada penghematan. Terutama untuk barang rutin dan tahan lama serta mahal seperti popok dan susu bayi.

Harus diingat bahwa penghasilan Anda juga akan menghadapi ketidakpastian, tak ada yang tahu apakah perusahaan milik Anda atau tempat Anda bekerja bisa bertahan.

Untuk itu sebaiknya masukkan anggaran untuk tabungan yang juga bisa berfungsi sebagai cadangan biaya darurat. Untuk pekerja, cadangan ini sebaiknya minimal bisa memenuhi kebutuhan selama 12 bulan. Wiraswasta, minimal 16 bulan mengingat penghasilan yang bisa naik dan turun.

Selain itu jika mungkin maka sudah waktunya mencari penghasilan tambahan.

Maraton

Mengatur keuangan di masa pandemi tidak mudah dan memang akhir dari pandemi tak seperti garis akhir lari maraton yang terlihat jelas.

Tetapi jika kita disiplin terhadap anggaran yang kita buat maka kemungkinan bisa selamat sampai akhir pandemi akan semakin besar. Semoga pandemi ini segera berakhir.

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Ronald Wan

Share jika Bermanfaat
  • 2
  • 2
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  •  
  •  

Author: Ronald Wan

@Pseudonym | Love To Read | Try To Write | Observant | email : [email protected]