JHT BPJS Ketenagakerjaan

Pengalaman Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Pandemi Covic-19 memang sangat berat bagi ekonomi. Banyak orang yang terkena PHK atau dirumahkan sehingga kehilangan penghasilan. Mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu solusi. Bagaimana pengalaman mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan yang saya alami?

Pencarian informasi adalah hal yang pertama saya lakukan. Antara lain dengan mencari informasi persyaratan pencairan, berapa jumlah JHT yang saya miliki, cara pencarian dan lain-lain.

BPJSTKU

BPJSTKU yang bisa dikunjungi melalui link bpjstku ini atau dengan mengunduh aplikasi BPJSTKU di google play, sangat berguna.

Selain memberikan informasi tentang nilai total JHT yang kita miliki. BPJSTKU juga memberikan informasi tentang perusahaan mana saja yang terkait dengan JHT kita. Data penting guna mempersiapkan parklaring atau referensi kerja sebagai salah satu syarat pencairan JHT.

Syarat pencairan JHT selain parklaring (bisa digantikan dengan surat PHK atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu [PKWT] ) adalah KTP, KK, Buku rekening bank, formulir pencairan yang diisi lengkap (bisa didownload di laman antrean online BPJS Ketenagakerjaan) dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan (yang bisa dikopi dari aplikasi BPJSTKU untuk kemudian di cetak). Semua membutuhkan asli dan fotokopi atau hasil scan jika ingin diupload.

Antrean Online

Setelah persyaratan lengkap atau sambil mempersiapkan persyaratan. Anda bisa melakukan pendaftaran antrean online melalui link antrianbpjs ini.

Hal yang perlu diingat adalah saat ini antrean hanya dibuka mulai jam 6.00 pagi hari. Sehingga sebaiknya beberapa menit sebelum jam tersebut sudah siap di depan komputer atau hp dengan mempersiapkan data NIK dan nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Saya pribadi memperoleh nomor antrean saat mendaftar di hari Senin pagi. Namun sayangnya tidak mendapatkan email konfirmasi.

Apa yang harus dilakukan jika tak memperoleh email konfirmasi BPJS Ketenagakerjaan? Telpon 175? Pengalaman saya tidak berguna, kemungkinan besar hanya disuruh mencoba fasilitas cetak ulang yang ada di laman antrean online.

Jika tak memperoleh email konfirmasi dan coba cetak ulang tak juga memperoleh email. Saran saya, Anda langsung datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan pilihan Anda pada tanggal dan jam pilihan Anda saat mendaftar online.

Begitu juga jika setelah Anda mengirimkan email berisi dokumen persyaratan (upload) dan tak memperoleh balasan. Lebih baik Anda datang langsung ke kantor cabang pilihan Anda.

Hari Verifikasi

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, saya gagal mendapatkan email verfikasi. Di hari H saya datang sebelum jam yang saya pilih. Dengan sedikit ngotot dan memperlihatkan hasil tracking dan juga memperlihatkan bahwa cetak ulang tidak membuahkan hasil ke satpam, akhirnya saya diberikan nomor antrean.

Menunggu sekitar 1 jam dan akhirnya dipanggil untuk verifikasi. Verifikasi jarak jauh dengan internet camera dan kembali sedikit ngotot dengan petugas karena mempermasalahkan PKWT, akhirnya selesai. Dengan catatan petugas akan mengirim email ke perusahaan mengenai PKWT untuk verifikasi serta waktu tunggu 15 hari kerja sebelum cair.

Tracking

Selanjutnya saya menggunakan fasilitas tracking BPJS Ketenagakerjaan, link tracking. Untuk memantau kemajuan klaim yang diajukan.

Setelah 3 hari kerja status klaim akhirnya berubah dari dalam verifikasi dokumen menjadi verifikasi dokumen selesai. 5 hari kerja kemudian klaim saya cair, status berubah perlahan di laman tracking sampai akhirnya klaim dibayarkan.

**

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan segala persyaratan sampai lengkap serta mempelajari semua aturan mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan sehingga bisa berdebat jika diperlukan. Sehingga klaim bisa dilakukan dengan baik dan lancar, semoga.

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Ronald Wan

Share jika Bermanfaat
  • 5
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 2
  •  
  •  

Author: Ronald Wan

@Pseudonym | Love To Read | Try To Write | Observant | email : [email protected]

2 Replies to “Pengalaman Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Comments are closed.