10 hal yang membuat warren buffett kaya raya

10 Hal yang Membuat Warren Buffett Kaya Raya

Warren Buffett adalah seorang yang kaya raya. Dalam beberapa tahun terakhir Buffett selalu masuk dalam 5 besar orang terkaya di dunia. Menurut Google, kekayaan Warren Buffett mencapai USD 82,2 miliar pada Maret 2019. Berikut adalah 10 hal yang membuat Warren Buffett kaya raya.

Komunikasi yang Bagus

Menurut Buffett salah satu hal yang penting jika ingin sukses dan kaya, adalah komunikasi yang bagus.

Saat Warren Buffett memberikan kuliah kepada Stanford MBA dia mengatakan “ Tanpa komunikasi yang bagus. Bagaimana mungkin kita meyakinkan orang untuk mengikuti kita. Ketika Anda melihat gunung namun tidak mampu menjelaskan dengan baik, mungkin orang lain tidak bisa melihatnya.

Komunikasi adalah hal yang perlu sering dilatih. Bisa saja kita tidak bagus dalam komunikasi verbal, namun tulisan juga merupakan sarana komunikasi. Misalnya kemampuan membuat proposal bisnis.

Tetapi yang terbaik adalah ketika kita mampu berkomunikasi dengan baik secara verbal ataupun tulisan. Caranya adalah dengan sering berlatih komunikasi verbal dan tulisan.

Hidup Sederhana

Buffett terkenal dengan gaya hidup sederhananya. Sarapan ia biasanya beli di McDonald yang nilainya kurang dari USD 10 setiap hari. Kadang kalau sedang merasa miskin (investasi menurun), Buffett akan mengurangi anggaran sarapan.

Rumah yang ditinggali adalah rumah yang dibeli pada tahun 1958 seharga USD 31,500.

Dengan “terbiasa” hidup sederhana maka kita tidak takut menghadapi naik turunnya nilai investasi. Mungkin dalam hati kita akan berkata “Ah, Saya biasa makan di warteg kok. Ngapain takut?”

Hidup sederhana dan bukan pelit adalah kebiasaan yang harus dilatih serta dijalankan dengan disiplin. Jika misalnya kita baru saja untung besar dalam investasi. Terbiasa hidup sederhana kita bisa menggunakan sebagian keuntungan itu untuk investasi lebih lanjut. Hal yang bisa menambah kekayaan.

Baca “Hemat Pangkal Kaya, Apakah Masih Relevan?”

Sebaliknya jika kita terbiasa hidup mewah, maka ada kemungkinan keuntungan hasil investasi akan digunakan untuk foya-foya semuanya. Sehingga nilai modal investasi kita akan tidak berubah. Bahkan bisa saja kita malah menambah utang dengan keyakinan kita akan mendapatkan keuntungan lagi. Padahal tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali kematian.

Selalu Mau Belajar

Dunia selalu berubah dan kita harus siap merangkul perubahan. Tanpa belajar kemungkinan besar kita akan tergilas dengan perubahan.

Warren Buffett selalu berusaha menambah pengetahuan dengan membaca koran dan juga buku.

Belajarlah pada siapa saja dan kapan saja. Kita tak pernah tahu dari siapa dan kapan kita akan mendapatkan pencerahan. Jangan merasa paling tahu dan sombong.

Dividen Sebagai Tanda Pertumbuhan Jangka Panjang

Warren Buffett adalah investor saham dan sangat suka kepada perusahaan yang rajin memberikan dividen. Mengapa? Perusahaan yang rutin memberikan dividen tiap tahun adalah perusahaan yang sehat dan dikelola dengan baik. Serta mampu mencapai atau melewati target yang ditetapkan awal tahun.

Perusahaan seperti memang ini, biasanya tidak memberikan keuntungan secara harga (Capital gain) yang tinggi. Namun dalam jangka panjang harga saham akan terus tumbuh dan kita akan bisa menikmati dividen sebagai passive income.

Lihatlah ke Masa Depan, Bukan ke Masa Lalu

Pada tahun 1950-an, Buffett pernah berkata “Investor tidak akan memperoleh keuntungan dari pertumbuhan masa lalu”. Nilai saham meningkat adalah karena adanya ekspektasi pertumbuhan perusahaan di masa depan bukan masa lalu. Sebaliknya jika investor merasa sebuah perusahaan bermasa depan suram maka biasanya akan dijual sahamnya sehingga harga saham akan turun.

Menurut Buffett lebih penting untuk melihat kesempatan di depan dibanding rekam jejak. Saya sendiri berpendapat keduanya sama penting, rekam jejak akan membantu kita melihat kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan kesempatan.

Tetapi memang harga saham akan ditentukan oleh masa depan perusahaan bukan masa lalu.

Ketika Investasi, Ciptakan Gaya Sendiri jangan Meniru

Anda perlu memisahkan pemikiran Anda dengan pemikiran umum” kata Warren Buffett. Setiap orang memiliki pandangan masing-masing terhadap risiko, sehingga gaya investasi kita sebaiknya disesuaikan dengan kepribadian kita.

Baca: Investasi jangan hanya karena “Katanya”

“Untuk menjadi investor yang sukses, Anda harus mampu memisahkan diri dari godaan keserakahan (pada saat bursa naik) dan ketakutan (pada saat bursa turun) pasar. Walau sangat sulit dan bahkan hampir mustahil dilakukan” Warren Buffett

Pada saat bursa ambruk, bagi investor jangka panjang adalah kesempatan untuk memborong saham dengan harga diskon.

Jangan Pernah Investasi dengan Uang Pinjaman

“Ketika melakukan investasi gunakan uang sendiri, jangan menggunakan pinjaman” Warren Buffett.

Saran yang sangat masuk akal. Ketika kita meminjam uang misalnya untuk membeli saham dan saham itu ambruk. Maka yang terjadi adalah kerugian kita berlipat ganda. Misalnya Anda meminjam uang 100 rupiah ditambah 100 rupiah uang pribadi. Maka ketika harga saham turun ke 50 rupiah kerugian Anda adalah 100 rupiah karena Anda membeli dua saham dengan uang pribadi dan pinjaman. Belum lagi kewajiban membayar kembali pinjaman tersebut.

Yang terbaik adalah investasi menggunakan uang dingin. Baca “Belajar tentang istilah uang dingin

Pola Pikir Jangka Panjaaaang

“Masa waktu mempertahankan saham paling favorit kami adalah selamanya” Warren Buffett.

Pendekatan yang digunakan oleh Buffett lebih tepat disebut “ Buy and Hold”. Atau mungkin jika diterjemahkan beli dan lupakan (tahan terus). Hal ini hanya bisa dilakukan dengan uang sendiri (uang dingin). Bayangkan Anda meminjam uang, pasti akan terpaksa dijual sebelum mencapai harga optimal demi membayar pinjaman tersebut.

Buffett tidak keberatan dengan penurunan harga saham yang wajar. Sebuah kesempatan untuk menambah jumlah saham yang dipegang dengan harga diskon.

Tahu Kapan Harus Menyerah

Sejago-jagonya Warren Buffett, tetap saja pernah berbuat salah. Salah memilih saham yang ternyata tidak berkembang. Kita harus tahu kapan harus menyerah dan menjual sebuah saham yang tidak prospektif.

Buffett mempelajari hal ini pada masa mudanya di taruhan balap kuda. Dia mencoba untuk mengurangi kekalahan dengan menambah taruhan dan dia malah makin banyak kehilangan uang.

Tidak Ada yang Pasti di Dunia ini

Buffet diketahui sebagai orang yang menghias kantornya dengan gambar depan koran yang memberitakan kehancuran pasar modal. Hal ini mengingatkan dia bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini.

Sehingga melakukan investasi dengan hati-hati dan membuat keputusan logis serta berdasarkan data untuk memutuskan.

Kita akan bisa terhindar dari risiko tidak terukur, tidak hidup dalam kemewahan tak perlu sehingga mampu bertahan terhadap fluktuasi pasar.

Referensi ; Yahoo Finance

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Share jika Bermanfaat
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Author: Ronald Wan

@Pseudonym | Love To Read | Try To Write | Observant | email : [email protected]