saham yang mahal

Apakah Perlu Takut Terhadap Saham yang Mahal?

Harga saham Indonesia berkisar dari mulai 50 rupiah sampai dengan puluhan ribu rupiah. Seringkali sebagai investor saham termasuk saya takut dengan saham yang memiliki nominal tinggi. Apakah perlu takut terhadap saham yang mahal?

Investasi saham memang memiliki risiko yang tinggi. Namun juga potensi keuntungan juga tinggi. Pengalaman pribadi saya pernah membeli saham INKP dan dijual dengan keuntungan ratusan persen. Banyak juga mendengar tentang investor lain yang mendapatkan keuntungan ribuan persen dari investasinya.

Bagaimana menilai saham mahal atau murah?

Banyak metode sebenarnya namun yang paling umum adalah dengan menggunakan Price Earning Rasio (PER) atau nilai keuntungan perusahaan per saham dibagi dengan harga sahamnya. Kemudian dibandingkan dengan saham lain dalam industri yang sama.

Cara kedua adalah dengan menggunakan Price Book Value (PBV) yaitu harga saham dibandingkan dengan nilai buku perusahaan. Jika berada di bawah satu artinya harga saham itu murah karena belum mencerminkan nilai perusahaan tersebut. Tetapi sebaiknya tetap dibandingkan dengan saham lain dalam industri yang sama agar bisa lebih objektif.

Kombinasi PER dan PBV juga sering digunakan. Standar PER yang masih dianggap murah adalah yang di bawah 10 kali dan seperti yang sudah disebutkan tadi PBV di bawah satu kali bisa dianggap saham yang murah. Sehingga jika ketemu saham yang masuk dalam dua kriteria tersebut bisa dipertimbangkan.

Namun jangan lupa juga untuk melihat rekam jejak perusahaan tersebut.

  • Berapakah PER perusahaan tersebut dalam beberapa tahun terakhir?
  • Berapakah PBV-nya tahun tahun sebelumnya?
  • Apakah perusahaan tersebut konsisten menghasilkan keuntungan?
  • Apakah perusahaan tersebut berkembang pendapatannya?
  • Dan lainnya.

Saham dengan Nominal Harga Tinggi Bagaimana?

Misalnya Anda memiliki modal 10 juta rupiah dan Anda sedang mempertimbangkan saham A dan B untuk dibeli. Saham A memiliki nominal harga 100 rupiah dan saham B memiliki nominal harga 10.000 rupiah.

Secara psikologis mungkin Anda akan menganggap bahwa saham A lebih murah karena nominal harganya jauh di bawah saham B. Namun ini adalah anggapan yang salah, karena belum tentu PER dan PBV saham A lebih rendah dibandingkan saham B.

Jadi sebaiknya nilai lagi dengan metode yang Anda suka dan percaya.

Selain itu jika kedua saham memiliki persentase potensi keuntungan yang sama maka keuntungan yang akan Anda dapat akan sama. Misalnya Anda membeli saham A 1000 lot (per lot saham adalah 100 lembar) dan saham A naik sebesar 10% maka keuntungan yang Anda dapatkan adalah 1 juta rupiah. 110 dikali 100.000.000 (seratus ribu) lembar saham hasilnya adalah 11 juta rupiah.

Sama saja jika Anda membeli saham B sebanyak 10 lot dan menjualnya ketika harganya naik 10 persen. 11.000 dikali 1.000 (seribu) lembar saham yang hasilnya 11 juta rupiah juga alias untung 1 juta rupiah.

Tetapi yang harus diingat juga adalah kemungkinan saham A untuk naik sebanyak 10 persen lebih besar. Karena harga nominalnya murah sehingga ada faktor psikologis yang membuat orang tidak takut untuk membelinya. Sehingga jika Anda melihat potensi kenaikan yang sama pada  saham A dan B mungkin lebih baik untuk membeli saham A.

Namun sebaiknya tidak perlu takut terhadap saham yang mahal harga nominalnya. Waspada terhadap saham yang PER dan PBV nya tinggi lebih perlu dilakukan.

 

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Ronald Wan

Bagikan Jika Bermanfaat
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 2
  •  
Posted in Saham Indonesia, Saham salah harga, Tips Keuangan dan Investasi and tagged , , , , , .

@Pseudonym | Love To Read | Try To Write
Observant