Pendapatan Alibaba

Dari Manakah Alibaba Memperoleh Pendapatan?

Mungkin sekarang ini tidak ada yang tidak kenal Alibaba dengan Jack Ma sebagai pendiri yang fenomenal. Tetapi mungkin tidak semua tahu dari manakah Alibaba memperoleh pendapatan. Atau hanya tahu tentang usaha e-dagang Alibaba.

Saya pribadi kenal Alibaba sudah cukup lama. Waktu masih bekerja dulu setiap ada kebutuhan barang yang harus diimpor dari China, saya selalu mencarinya di Alibaba. Kadang bisa mendapatkan pemasok yang bagus, namun pernah juga mendapatkan pemasok abal-abal.

Usaha Alibaba sebagai platform untuk bertemunya pembeli dan pabrik di China adalah awal mula berkembangnya usaha mereka. Setelah itu mereka mengembangkan Taobao yang mirip dengan Tokopedia atau Bukalapak di Indonesia.

Selama 10 kuartal terakhir Alibaba berhasil meningkatkan pendapatan mereka masing-masing sebesar 50%, sebuah pencapaian yang impresif. Namun sayangnya pada akhir 2018 Alibaba “hanya” mampu meningkatkan pendapatannya sebesar 41%.

Bidang usaha yang digeluti Alibaba sekarang ini banyak sekali. Termasuk di dalamnya investasi yang dilakukan oleh Alibaba ke Lazada dan Tokopedia. Selain itu mereka juga memiliki toko fisik (supermarket) dan juga terlibat dalam platform penjualan tiket bioskop.

Dari Manakah Alibaba Memperoleh Pendapatan?

Mayoritas atau 99 persen pendapatan Alibaba yang berjumlah USD 17 miliar berasal dari tiga usaha mereka, yaitu:

E-Dagang

Pendapatan terbesar Alibaba masih berasal dari e-dagang. 88 persen atau sekitar USD 15 miliar berhasil didapatkan Alibaba dari e-dagang yang meliputi Taobao dan T Mall. Jika Taobao adalah platform perdagangan antar konsumer, T Mall adalah platform perdagangan antara perusahaan kepada konsumer.

Pendapatan e-dagang Alibaba meningkat sebanyak 40 persen dibandingkan tahun lalu. Memiliki sekitar 699 juta pengguna aktif bulanan yang mengakses lewat ponsel pintar. Meningkat 33 juta dibandingkan kuartal sebelumnya.

Komputasi Awan

Mirip dengan Amazon, Alibaba juga memiliki bisnis komputasi awan (cloud computing). Kuartal terakhir usaha ini menghasilkan pendapatan sebesar USD 962 juta. Terlihat kecil jika dibandingkan dengan total pendapatan yang mencapai USD 17 miliar.

Namun peningkatan usaha komputasi awan sangat luar biasa. 84 persen sepanjang tahun 2018 dan menyumbang 6 persen dari total pendapatan. Meningkat dari sebelumnya yang hanya 4 persen.

Alibaba menguasai 50 persen bisnis komputasi awan di China. Walau pada tingkat dunia masih kecil pangsa pasarnya yaitu hanya 5 persen.

Media dan Hiburan

Media dan hiburan menyumbang sekitar USD 944 juta, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu. Tetapi sumbangan terhadap total pendapatan turun menjadi 5 persen dari 7 persen tahun lalu.

Youku sebuah layanan streaming konten video yang mirip dengen Netflix menjadi andalan dalam bisnis media dan hiburan Alibaba. Pengguna Youku meningkat 64 persen dibandingkan tahun lalu walaupun masih kalah dibanding pesaingnya Tencent Video dan iQiyi dari Baidu.

****

Dengan penduduk China yang mencapai sekitar 1,4 miliar. Saya percaya perkembangan Alibaba masih akan berlanjut. Mungkin pengusaha Indonesia juga bisa memanfaatkan jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar sebagai dasar untuk bisa bersaing di level global. Seperti Alibaba yang merambah ke banyak negara.

Yahoofinance

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Ronald Wan

Share jika Bermanfaat
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  

Author: Ronald Wan

@Pseudonym | Love To Read | Try To Write | Observant | email : [email protected]