Donald Trump

Asosiasi Bisnis AS Siap Melawan Trump

Trump yang menabuhkan genderang perang dagang, ternyata tidak hanya mendapatkan perlawanan dari negara-negara di dunia. Asosiasi bisnis AS siap melawan Trump dalam masalah perang dagang.

Setelah selama ini bergerak di balik layar untuk melawan Trump dalam masalah perang dagang. Lebih dari 60 asosiasi industri di Amerika Serikat (AS) bergabung dan koalisi ini akan diumumkan hari Rabu waktu setempat.

“Banyak dari asosiasi berpikir bahwa perang dagang tidak akan berlangsung selama ini dan tensinya meningkat sejauh ini. Tetapi efek dari tarif akhirnya membuat semua orang berkata. Cukup jangan lagi” kata Nicole Vasilaros seorang pelobi untuk National Marine Manufacturers Association. Saat ini anggota asosiasi ini sedang mempertimbangkan untuk melakukan PHK mengingat kenaikan biaya produksi yang bisa mencapai 35%.

Perlu diingat bahwa Trump sudah memberikan ancaman akan mengenakan tarif bagi barang impor eks China senilai US$ 267 miliar. Hal ini berarti hampir semua barang China akan dikenai tarif.

Bukan hanya besi baja dan aluminium tetapi barang seperti topi, baju, sikat gigi sampai IPhone dan lainnya akan juga dikenai tarif tambahan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya perusahaan AS yang memproduksi barang mereka di China.

China yang berfungsi sebagai pabrik dunia!

China menjanjikan akan membalas semua tindakan AS ini. Pada akhirnya bisa saja China akan mempersulit perusahaan AS yang beroperasi di sana.

Banyak perusahaan besar AS seperti Exxon Mobile, Chevron, Target termasuk dalam koalisi untuk melawan Trump. Information Technology Industry Council yang anggotanya termasuk Apple, Microsoft dan Alphabet menyuarakan hal yang senada dan meminta Trump untuk mempertimbangkan ulang perang dagang.

National Retail Federation yang anggotanya termasuk Walmart, Amazon dan Macy’s juga masuk dalam koalisi.

Koalisi akan melakukan lobi kepada partai Republik di Ohio, Pennsylvania, Illiois, Indiana dan Tennesse. Dengan target akan bisa melobi ke 12 negara bagian pada akhir tahun.

Apakah Trump akan mengalah? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Reuters

Berapakah Uang Perusahaan AS yang balik kampung?

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh The Fed. Pada kuartal pertama tahun ini perusahaan AS sudah membawa pulang sekitar US$ 300 miliar dari sekitar US$ 1 triliun uang mereka yang disimpan di luar negeri.

Kebanyakan dari uang tersebut digunakan untuk membeli kembali saham mereka. Kemungkinan inilah yang menyebabkan Wall Street tetap menghijau di tengah gejolak ekonomi global.

Ekonom Goldman Sachs memperkirakan pembelian kembali saham (buy back) akan bisa mencapai lebih dari US$ 1 triliun di tahun 2018.

Hal ini bisa menyebabkan Wall Street akan melandai di tahun 2019 jika tidak ada kegiatan pembelian saham yang setinggi tahun 2018.

CNBC

 

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Diarysaham.com

 

 

 

 

Bagikan Jika Bermanfaat
Share on Facebook
Facebook
5Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Pin on Pinterest
Pinterest
0
Posted in Artikel Ekonomi lain and tagged , , , .

2 Comments

  1. Trump hanya melakukan yang terbaik utk negara Amerika, karena selama ini kebijakan dagang antar negara-negara lain dinilai tidak menguntungkan Amerika.

    Kebijakan seperti ini yang memang harus diambil oleh seorang kepala negara walaupun tidak populis, asalkan untuk kesejahteraan warga negaranya.

    Trump Is The Best !

Comments are closed.