fitch mempertahankan rating indonesia

Fitch Mempertahankan Rating Jangka Panjang Indonesia

Lembaga pemeringkat internasional Fitch Rating, mempertahankan rating BBB (Investment Grade)/Outlook Stabil untuk Indonesia dalam Long Term Foreign- Currency Issuer Default Rating.

“Rating ini memperlihatkan kemampuan Indonesia mengatur beban utang pemerintah yang sejalan dengan peningkatan PDB (Produk Domestik Bruto) dengan adanya tantangan eksternal, termasuk dalam hal ketergantungan pada sumber pembiayaan eksternal dan indikator struktural yang masih di bawah negara sekawasan,” demikian keterangan Fitch yang dikutip dari Kompas.com

Bagaimana Melihat Peringkat ini?

Banyak orang yang khawatir dengan pelemahan Rupiah dan juga tekanan faktor eksternal serta internal yang dihadapi oleh Indonesia. Serta banyak juga yang mengkhawatirkan Indonesia akan jatuh dalam krisis seperti yang dihadapi oleh Turki dan Argentina.

Kalau dibandingkan Turki pada bulan Juli lalu diturunkan ratingnya menjadi BB (junk) dengan outlook negatif oleh Fitch. Menurut Fitch alasannya adalah kepercayaan terhadap  kebijakan ekonomi Turki telah menurun dan kebijakan yang dijalankan setelah menang pemilu telah meningkatkan ketidakpastian.

Salah satunya adalah tekanan kepada bank sentral yang bisa mengurangi tingkat independensi.

Bulan Mei 2018, Fitch mempertahankan rating Argentina di B (junk) dengan outlook stabil yang turun dari sebelumnya positif.

Kedua hal ini menunjukkan bahwa setidaknya untuk beberapa bulan ke depan, Fitch masih percaya bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk bisa mengelola tekanan baik terhadap Rupiah maupun ekonomi.

Salah satu yang mendukung Fitch mempertahankan rating ini adalah kebijakan Bank Indonesia yang meningkatkan suku bunga acuan sebesar 1,25% di tahun 2018.

“Kebijakan itu dilakukan untuk menahan depresiasi rupiah dan membendung arus modal keluar sebagai respons terhadap tekanan pembiayaan eksternal di pasar negara berkembang. Hal itu sekaligus menunjukkan tekad kuat dalam memastikan stabilitas, meskipun suku bunga yang lebih tinggi dapat mengorbankan pertumbuhan PDB,” tambah Fitch.

Namun Fitch tetap mengingatkan bahwa pasar modal masih rentan terhadap sejumlah hal. Utamanya adalah bagaimana menjaga defisit neraca transaksi berjalan tidak semakin besar (saat ini sekitar 3% dari PDB) dan ketergantungan berlebih terhadap modal asing.

Pemerintah sudah melakukan beberapa tindakan untuk mencegah melebarnya defisit transaksi berjalan. Antara lain dengan pembatasan impor bagi 900 barang konsumsi (yang masih disusun) serta juga kebijakan B20 untuk solar yang diharapkan bisa mengurangi impor minyak.

Ketergantungan terhadap modal asing juga sudah mulai dicoba dikurangi antara lain dengan menerbitkan SBR-04. Sebuah surat utang negara yang bisa dibeli mulai dengan modal Rp 1 juta sehingga menambah sarana investasi bagi masyarakat.

Ketidakpastian ekonomi dunia masih akan terjadi. Namun dengan dukungan masyarakat Indonesia saya yakin kita akan bisa selamat mengarunginya.

Referensi : Kompas.com

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Diarysaham.com

Bagikan Jika Bermanfaat
Share on Facebook
Facebook
8Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Pin on Pinterest
Pinterest
0
Posted in Artikel Ekonomi lain and tagged , , , , .