krisisargentina

Mengapa Krisis Argentina Bisa Terjadi?

Sebelum krisis Turki terjadi, sebenarnya krisis Argentina sudah terjadi. Di bulan Mei 2018, Argentina telah meminta bantuan IMF sebesar US$ 50 miliar untuk mengatasi krisis keuangan yang terjadi di negaranya.

Ada beberapa hal yang menyebabkan krisis Argentina:

Peso Argentina

Nilai tukar Peso dinilai terlalu tinggi dibandingkan dengan fundamental ekonominya oleh beberapa ekonom. Pemerintah Argentina mengakui hal ini dan berusaha untuk mendeprisiasi nilainya dalam jangka waktu beberapa tahun.

Tetapi akibat keraguan investor tentang kemampuan pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan juga tindakan The Fed AS yang meningkatkan suku bunga secara agresif. Nilai tukar Peso Argentina terjun bebas yang pada akhirnya menyebabkan utang dalam denominasi US$ pemerintah Argentina menjadi jauh lebih mahal jika dinilai menggunakan Peso.

Inflasi

Inflasi Argentina yang mencapai lebih dari 30% membuat investor semakin menjauhi negara ini. Selama beberapa tahun pemerintahan yang populis mencetak uang seenaknya untuk membiayai defisit anggaran.

Seperti yang terjadi di Zimbabwe hal ini membuat nilai uang semakin tidak ada artinya. Harga barang meroket. Baca” Apakah Zimbabwe Mengganti Mata Uang ke Yuan Demi Pelunasan Utang?”

Pemerintahan sekarang sudah mulai memperbaiki kebijakan ini. Namun demi mengurangi defisit anggaran pemerintah Argentina harus meningkatkan harga utilitas seperti listrik misalnya.

Biaya utilitas yang banyak disubsidi sebelumnya. Hal ini menyebabkan inflasi tetap tinggi.

Cadangan Devisa

Cadangan devisa Argentina turun banyak ketika bank sentral menggunakannya untuk menjaga nilai tukar. Selain juga meningkatkan suku bunga acuan menjadi 45%.

Cadangan devisa Argentina sempat turun mendekati US$ 35 miliar. Dan meningkat pesat sejak IMF memberikan suntikan dana dan berada di kisaran US$ 50 miliar di bulan Juli 2018.

Kekeringan

Di tengah semua tekanan yang terjadi. Argentina yang merupakan negara pertanian dilanda kekeringan parah yang menyebabkan hancurnya produksi kedelai dan jagung.

Bencana alam ini menyebabkan ekonomi Argentina mengalami kontraksi dan sempat mencatat pertumbuhan negatif sebesar -6,7% di bulan Juni 2018.

Beberapa hal di atas adalah penyebab krisis ekonomi yang dialami Argentina.

Krisis Argentina dan Turki menyebabkan investor global khawatir terhadap negara berkembang. Hal ini adalah salah satu hal yang menyebabkan Rupiah terpuruk cukup dalam.

Reuters

Salam

Hanya sekadar berbagi

Diarysaham.com

Share jika Bermanfaat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Author: Ronald Wan

@Pseudonym | Love To Read | Try To Write | Observant | email : [email protected]