perubahan di dunia ritel

Perubahan di Dunia Ritel yang Akan Terus Terjadi

Bangkrutnya Toys R Us dan akuisisi Whole Foods oleh Amazon telah mengejutkan dunia ritel. Toys R Us tidak sanggup membayar utang sekitar USD 5 Milyar dan Amazon mengambil alih sebuah jaringan ritel offline yang notebene di luar jalur online yang telah dijalankan oleh Amazon. Sebuah perubahan di dunia ritel.

Perubahan memang sesuatu yang pasti, tidak ada yang statis di dunia ini. Sepinya pertokoan Glodok sebenarnya sudah berlangsung cukup lama menurut pengamatan saya. Hal ini sudah dimulai kurang lebih dari tahun 2006 alias sekitar 11 tahun yang lalu.

Pada saat itu saya masih sering berbelanja DVD untuk pribadi sudah terlihat jumlah pengunjung yang berkurang jauh dibanding puncak kejayaan Glodok yang mungkin terjadi sekitar tahun 1990an.

Suatu hal yang sulit dihindari, hal ini dikarenakan oleh adanya perpindahan tempat tinggal yang tadinya berpusat di Jakarta dan seiring dengan makin mahalnya perumahan berpindah ke Bodetabek (Bogor Depok Tangerang dan Bekasi). Sebagian kecil pindah ke daerah Jakarta Timur yang relatif jauh dari Glodok.

Hal ini diikuti dengan perkembangan pusat perbelanjaan yang makin banyak dan tidak lagi berpusat di Jakarta. Glodok semakin terlindas. Pusat perbelanjaan ini juga diikuti oleh perkembangan ritel modern seperti Carrefour dan kemudian Hypermart yang mampu memberikan harga tidak jauh berbeda dengan Glodok. Disertai dengan kemudahan pembayaran menggunakan kartu kredit.

Saat ini ditambah dengan perkembangan penjualan online yang makin membuat Glodok terlindas.

Apakah Anda yang tinggal di Bekasi mau ke Glodok hanya demi beda harga Rp 100 rb?

Saya tidak, saya melakukan transaksi lewat telepon ke langganan saya di Glodok dan melakukan pembayaran transfer. Untuk apa bermacet-macet ria jika tidak perlu datang barang pun sudah bisa sampai ke rumah.

Selain itu saya juga membandingkan promosi di ritel modern dan e-commerce serta harga yang ditawarkan langganan saya. Jika lebih mahal banyak yah sudah saya beli di tempat lain.

Toys R Us, dengan tokonya yang besar membutuhkan dana yang juga besar untuk dapat memenuhi tokonya. Stok barang yang mungkin juga tidak laku tetap harus dipenuhi demi keindahan toko. Belum lagi sewa yang mahal seiring dengan luas toko.

Amazon sebagai salah satu pesaing tidak langsung Toys R Us, tidak perlu stok barang sebanyak itu. Amazon hanya perlu memajang foto produk dan memiliki stok secukupnya. Namun dengan kekuatan pembelian saya yakin Amazon mampu menekan suplier untuk dapat memberikan harga yang mungkin lebih rendah dibandingkan dengan harga beli Toys R Us.

Pembelian Whole foods oleh Amazon, menurut saya juga masih dalam rangka memperkuat bisnis onlinenya.

Mengapa?

Barang segar (fresh food)  adalah salah satu andalan ritel modern untuk memperoleh keuntungan.

Walaupun tingkat risiko penjualan barang segar juga tinggi dalam arti kata jika tidak laku maka harus dimusnahkan. Tidak seperti barang lain yang bisa disimpan berbulan-bulan bahkan tahunan

Amazon tidak bisa membuat satu gudang besar atau yang biasa disebut central distribution centre (CDC) untuk barang segar. Karena untuk membuat CDC dibutuhkan lahan yang luas dan biasanya tersedia jauh dari area pemukiman. Sehingga butuh biaya yang besar dan waktu yang cukup lama untuk bisa dikirimkan ke konsumen. Barang segar harus ditangani secara khusus.

Dengan membeli Whole Foods maka toko-toko yang sudah dimiliki bisa diubah perannya menjadi sub distribusi yang lebih dekat dengan konsumen. Selain itu konsumen yang menginginkan memilih sendiri produknya bisa datang ke toko. Salah satu alasan Amazon mengakuisisi Whole foods.

Praktek menjadikan toko menjadi jaringan gudang sebenarnya sudah dijalankan di Indonesia. Alfaonline yang sekarang berubah menjadi Alfacart, pada awalnya mengintegrasikan stok toko menjadi stok online. Konsumen diharuskan memasukan alamat pengiriman sebelum berbelanja sehingga sistem Alfacart akan memperlihatkan stok di toko yang terdekat.

Menurut beberapa analis, peningkatan penjualan Walmart online dan diikuti stabilnya penjualan Walmart offline juga menjadi alasan akuisisi Wholefoods oleh Amazon.

Perubahan yang pasti akan terus terjadi. Sangat menarik untuk melihat ke arah mana perubahan ini berkembang.

Tulisan ini pernah ditayangkan di Kompasiana oleh Ronald Wan

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Diarysaham.com

Bagikan Jika Bermanfaat
Posted in Ekonomi Terkini and tagged , , , .