ekonomi minggu ini

Ekonomi Minggu ini 5-11 Agustus 2018

Ada beberapa berita ekonomi minggu ini 5-11 Agustus 2018 yang menarik, seperti pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal dua 2018, China tidak terima diperas dan beberapa berita lainnya.

Berikut adalah rangkuman berita-berita tersebut,

Ekonomi Indonesia Kuartal dua 2018

Badan Pusat Statistik hari ini mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal dua yang berhasil mencapai 5,27%. Meningkat jika dibandingkan dengan kuartal satu 2018 yang mencapai 5,06%.

Juga masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal dua 2017 yang sebesar 5,07%. Sementara itu pertumbuhan ekonomi semester satu tercatat 5,17%, mulai mendekati target pemerintah yaitu sebesar antara 5,2%-5,4%.

Pertumbuhan tertinggi tercatat di lapangan usaha jasa lainnya yaitu sebesar 9,22%. Posisi kedua jasa perusahaan 8,89% serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,59%.

Sumbangan terbesar pertumbuhan ekonomi adalah dari bidang industri pengolahan yaitu sebesar 0,84% diikuti subsektor perdagangan besar-eceran sebesar 0,69%.

Lebih lengkap baca “Ekonomi Kuartal Dua 2018 Tumbuh 5,27 persen

China: Kami Tidak Terima Diperas

Media resmi pemerintah China mengatakan bahwa Amerika Serikat memeras. Kebijakan untuk mengenakan tarif bagi US$ 60 miliar barang impor China adalah sebuah pembalasan yang wajar atas tindakan AS.

Jumlah minggu lalu kementerian keuangan China mengumumkan wacana untuk mengenakan tambahan tarif bagi sekitar 5.207 barang impor asal AS. Dengan tarif sebesar 5% sampai dengan 25%.

Ini merupakan balasan atas wacana AS yang akan mengenakan tarif 25% bagi sekitar US$ 200 miliar barang China.

Donald Trump sendiri dalam sebuah rangkaian cuitan di Twitter mengatakan bahwa hasil dari tarif melebihi perkiraan AS (positif bagi ekonomi AS).

Selain itu Trump juga mengklaim bahwa sekarang ini sedang ada upaya pembicaraan dengan pemerintah China.

Lebih lanjut Trump mengatakan bahwa AS akan terus menggunakan tarif kepada negara yang tidak bersedia melakukan negosiasi. “Kami menggunakan tarif untuk menegosiasikan perdagangan yang adil.

Reuters.com

Dikenai Tarif, Ekspor China Juli 2018 Tetap Meningkat

Diluar dugaan ekspor China Juli 2018 tetap meningkat meskipun AS telah menerapkan tarif untuk sekitar US$ 34 miliar produk impor asal negara tersebut.

Impor juga tetap bertumbuh dikarenakan kuatnya permintaan dalam negeri China. Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan pemerintah China. Impor tumbuh sekitar 27,3% dibandingkan dengan perkiraan analis yang hanya 16,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Surplus perdagangan China dengan AS hanya menurun tipis dari US$ 28,97 miliar di bulan Juni 2018 menjadi US$ 28,09 miliar di bulan Juli.

Ekspor China tumbuh sekitar 12,2% dibandingkan dengan tahun lalu. Melebihi perkiraan survei yang dilakukan Reuters yaitu sekitar 10%. Pertumbuhan ini juga lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Juni yang hanya sekitar 11,2% dibandingkan Juni 2017.

Kemungkinan pelemahan Yuan menyebabkan tarif yang diterapkan oleh AS menjadi tidak efektif sehingga kenaikan harga di tingkat konsumen di AS tidak terlalu banyak.

Tetapi analis memperkirakan hal ini belum bisa dijadikan bukti bahwa ekonomi China tidak terpengaruh terhadap perang dagang. Masih harus dilihat perkembangan selanjutnya.

Akumulasi ekspor ke AS selama tujuh bulan tumbuh sekitar 13,3% dibandingkan dengan tahun lalu. Sedangkan impor dari AS tumbuh sekitar 11,8% pada waktu yang sama.

Di sisi lain AS sudah mengumumkan bahwa mereka akan mengenakan tarif bagi US$ 16 miliar barang impor China sebesar 25% mulai tanggal 23 Agustus 2018.

Reuters

Cadangan Devisa Juli 2018

Cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$ 118,3 miliar dibandingkan dengan Juni 2018 yang berada di posisi US$119,8 miliar menurut data yang diumumkan oleh Bank Indonesia (BI).

Posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta berada di atas standar kecukupan internasional yaitu 3 bulan impor.

Penurunan cadangan devisa disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri Indonesia dan juga stabilisasi nilai tukar rupiah yang berada di bawah tekanan ekonomi global.

Kompas.com

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Diarysaham.com

Bagikan Jika Bermanfaat
Share on Facebook
Facebook
1Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Pin on Pinterest
Pinterest
0
Posted in Ekonomi Minggu Ini and tagged , , , , .