negosiasi Amerika Serikat dan China

Hasil Negosiasi Pertama Amerika Serikat dan China

Dalam rangka mencapai sebuah kerjasama yang menang-menang serta mengurangi tensi perang dagang. Negosiasi Amerika Serikat (AS) dan China dilakukan beberapa waktu yang lalu.

Delegasi AS dipimpin oleh menteri keuangan, Steven Mnuchin dan perwakilan perdagangan AS Robert E Lightizer. Sedangkan delegasi China dipimpin oleh Liu He anggota Politbiro dan juga wakil Premier yang membawahi bidang keuangan, perdagangan dan teknologi.

Beberapa tuntutan yang diberikan AS kepada pemerintah China adalah :

  1. Mengurangi surplus perdagangan sebesar US$ 100 miliar dalam waktu 12 bulan. Setelah itu mengurangi surplus perdagangan sebesar US$ 100 miliar dalam 12 bulan berikutnya.
  2. Menghentikan subsidi yang ditujukan industri yang terlibat made in China 2025. Termasuk di dalamnya industri pesawat, mobil listrik, robotik, komputer, microchip dan artificial intelligence (AI). Baca “Alasan dibalik Tarif Tinggi Barang teknologi”
  3. Menerima pembatasan impor oleh AS atas barang yang termasuk dalam program made in China 2025.
  4. Menghentikan kegiatan spionase siber di jaringan komersial AS
  5. Memperkuat perlindungan terhadap properti intelektual
  6. Menerima pembatasan AS untuk investasi China di perusahaan teknologi. Tanpa adanya tindakan balasan.
  7. Mengurangi tarif impor (sekarang ini rata-rata 10%) menjadi sama dengan rata-rata tarif impor di AS yaitu 3,5%. Untuk barang-barang umum.
  8. Membuka sektor jasa dan pertanian kepada perusahaan AS secara penuh.

Saya sepakat dengan pendapat Eswar Prasad (Profesor ekonomi Cornell University), daftar tuntutan ini lebih tepat disebut syarat untuk menyerah kalah dibandingkan dengan narasi awal negosiasi.

Di sisi lain China juga memiliki tuntutan agar AS memperlunak pembatasan barang teknologi yang bisa digunakan untuk militer.

Pemerintah China dalam sebuah berita yang diterbitkan Xinhua mengatakan bahwa “Kedua pihak sepakat bahwa hubungan dagang yang solid dan stabil antara AS dan China adalah sangat penting. Pemerintah AS dan China memiliki komitmen bahwa mereka akan mencoba untuk mengatasi perbedaan melalui dialog dan konsultasi”

Delegasi AS tidak memberikan sebuah pernyataan setelah pertemuan kedua negara.

Melihat tuntutan yang diberikan, AS masih berpikiran bahwa dirinya adalah negara super power dan China harus menuruti keinginan AS. Mungkin ini sejalan dengan tag line kampanye Trump “Make America Great Again”

Tetapi jangan lupa bahwa China juga semakin mendekati AS dalam hal ekonomi. Beberapa ahli memperkirakan bahwa dalam waktu sekitar dua dekade kekuatan ekonomi China akan melampaui AS.

China sebenarnya sudah mulai terlihat sedikit mengalah. Dengan lebih membuka akses pasar finansial dan industri otomotif.

Dengan peningkatan PDB China, maka China akan menjadi pasar yang sangat menggiurkan bagi negara manapun. Bayangkan jumlah penduduk AS hanya sekitar 400 juta jiwa dan China mencapai lebih dari 1,5 miliar jiwa.

Perusahaan AS pastinya akan membutuhkan pasar China, jika ingin berkembang lebih jauh lagi.  Pasar sebesar 1,5 miliar orang dengan PDB yang tinggi.

Hal penting yang harus disadari pemerintah AS adalah China tidak bisa ditekan dengan mudah. Pendekatan yang sebaiknya dilakukan adalah pendekatan menang-menang.

Babak pertama negosiasi AS dan China yang belum membuahkan hasil. Semoga pada babak kedua bisa mulai tercapai kesepakatan sehingga perang dagang skala penuh bisa dihindari.

CNBC.com

Sumber gambar cnnmoney.com

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Diarysaham.com

Bagikan Jika Bermanfaat
Share on Facebook
Facebook
2Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Pin on Pinterest
Pinterest
1
Posted in Artikel Ekonomi lain and tagged , , , .