IHSG

IHSG Ambruk dan Turun sebesar 170 Poin, 26 April 2018

IHSG Ambruk

IHSG ambruk turun sebesar 2,81%% ke level 5.909. Gagal bertahan di salah satu support terkuatnya 6.000. Total transaksi sekitar 9,28 triliun Rupiah dengan volume sekitar 91,44 juta lot saham yang ditransaksikan.

Asing mencatatkan net sell di seluruh pasar sekitar Rp.1,29 triliun

Saham dengan peningkatan tertinggi (value):

  1. MREI naik sebesar Rp. 1.075 ke Rp 5.975
  2. INAF naik sebesar Rp.420 ke Rp. 4.800
  3. LPPF naik sebesar Rp 325 ke Rp. 10.775

Saham dengan peningkatan tertinggi (persentase):

  1. SSTM naik 25% ke Rp 650
  2. OASA naik 24,55% ke Rp. 416
  3. MREI naik 21,93% ke Rp. 5.975

Saham dengan penurunan tertinggi (value)

  1. GGRM turun sebesar Rp. 2.750 ke Rp. 68.050
  2. UNTR turun sebesar Rp.1.825 ke Rp. 34.975
  3. JECC turun sebesar Rp. 1.240 ke Rp 4.960

Saham penurunan tertinggi (persentase):

  1. JECC turun 20% ke Rp 4.960
  2. MTSM turun 17,9% ke Rp 266
  3. BIMA turun 17,64% ke Rp 84

MYRX mencatatkan volume transaksi tertinggi hari ini dengan volume 7,19 juta lot saham yang diperdagangkan. IIKP ada di posisi kedua dengan volume 3,56 juta lot saham diperdagangkan. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh BBRI dengan volume 3,12 juta lot saham diperdagangkan.

Nilai tertinggi perdagangan saham hari ini adalah BMRI yaitu sekitar Rp. 1,23 triliun nilai saham yang diperdagangkan. BBRI mencatatkan nilai kedua tertinggi yaitu sekitar Rp. 991,55 miliar dan TLKM menduduki posisi ketiga dengan nilai Rp. 504,7 miliar.

Frekuensi perdagangan tertinggi hari ini berurutan, BBRI (19.433 kali), BMRI (16.059 kali) dan TLKM (10.207 kali)

Rupiah menguat dan berakhir di posisi Rp. 13.915 dibandingkan dengan US$.

Indeks saham Nikkei Jepang naik sebesar 0,47% ke posisi 22.319

Indeks saham Hang Seng Hong Kong turun sebesar 0,8 % ke posisi 30.086

Saham Salah Harga

Ada beberapa saham yang menurut saya salah harga, dengan kriteria PBV dibawah satu dan PER di bawah sepuluh. Beberapa yang masuk ke dalam kategori

SIMP dengan PER 19,4 dan PBV 0,7, sedikit di luar kriteria untuk PER

BNGA dengan PER 9,6 dan PBV 0,8

Saham Potensial

Beberapa saham yang bisa diperhatikan untuk besok : OASA

 

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Diarysaham.com

Bagikan Jika Bermanfaat
Posted in Saham Indonesia and tagged , , , .