Diary saham

Yield Surat Utang Amerika Serikat Hampir Mencapai 3%, Mengapa Berpengaruh ke Pasar Modal? IHSG 24 April 2018

Yield Surat Utang Amerika Serikat

Yield surat utang Amerika Serikat (AS), bertenor 10 tahun hampir mencapai 3%. Bahkan sempat tembus 3% dan kemudian turun kembali.

Mengapa berpengaruh ke pasar modal?

Menurut investor surat utang Jerry Gundlach, kepada CNBC. Jika yield surat utang mencapai 3%, maka pelaku pasar akan beranggapan yield ini masih akan naik.

Sehingga menyebabkan kekhawatiran bahwa kejatuhan pasar dan potensi krisis bisa terjadi dalam waktu dekat.

Bill Blain kepala riset Mint Partners mengatakan hal yang berbeda. Bahwa sebenarnya kenaikan yield ke arah 3% bukanlah petunjuk bahwa pasar akan mengalami krisis. Pelaku pasar tidak perlu terlalu khawatir

CNBC

Donald Trump dan Emmanuel Macron, Bertekad Untuk Menekan Iran

Presiden Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan yang intinya adalah keduanya bertekad untuk menekan Iran dalam masalah senjata nuklir. Walaupun belum jelas apakah Trump akan menghormati perjanjian yang dibuat tahun 2015. Serta Trump mengancam , bahwa akan ada aksi dari Amerika Serikat, jika Iran memulai kembali program senjata nuklirnya.

Masalah Iran ini akan berpengaruh terhadap harga minyak. Setiap sanksi yang dikenakan kepada Iran akan bisa mengurangi suplai minyak dunia. Sehingga bisa menyebabkan harga minyak naik.

Reuters

IHSG 25 April 2018

IHSG ditutup turun sebesar 2,41%% ke level 6.079 dibawah MA 200 harian, total transaksi sekitar 7,7 triliun Rupiah dengan volume sekitar 83,93 juta lot saham yang ditransaksikan.

Asing mencatatkan net sell di seluruh pasar sekitar Rp.1,95 triliun

Saham dengan peningkatan tertinggi (value):

  1. SRTG naik sebesar Rp. 340 ke Rp 4.500
  2. SHID naik sebesar Rp. 240 ke Rp. 1.550
  3. AUTO naik sebesar Rp 220 ke Rp. 1.860

Saham dengan peningkatan tertinggi (persentase):

  1. KOBX naik 34,39% ke Rp 254
  2. ABBA naik 26,56% ke Rp. 81
  3. SHID naik 18,36% ke Rp. 1.550

Saham dengan penurunan tertinggi (value)

  1. UNVR turun sebesar Rp. 2.000 ke Rp. 46.000
  2. GGRM turun sebesar Rp.1.700 ke Rp. 70.100
  3. ITMG turun sebesar Rp. 1.200 ke Rp 25.450

Saham penurunan tertinggi (persentase):

  1. LPPS turun 15,17% ke Rp 123
  2. CITA turun 14,28% ke Rp 600
  3. DPNS turun 13,77% ke Rp 388

IIKP mencatatkan volume transaksi tertinggi hari ini dengan volume 3,47 juta lot saham yang diperdagangkan. RIMO ada di posisi kedua dengan volume 3,37 juta lot saham diperdagangkan. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh RIMO dengan volume 2,11 juta lot saham diperdagangkan.

Nilai tertinggi perdagangan saham hari ini adalah BMRI yaitu sekitar Rp. 718,54 miliar nilai saham yang diperdagangkan. BBRI mencatatkan nilai kedua tertinggi yaitu sekitar Rp. 644,07 miliar dan BBCA menduduki posisi ketiga dengan nilai Rp. 641,45 miliar.

Frekuensi perdagangan tertinggi hari ini berurutan, BBRI (17.961 kali), AUTO (15.631 kali) dan BBCA (11.057 kali)

Rupiah melemah dan berakhir di posisi Rp. 13.920 dibandingkan dengan US$.

Indeks saham Nikkei Jepang turun sebesar 0,28% ke posisi 22.215

Indeks saham Hang Seng Hong Kong turun sebesar 1,010 % ke posisi 30.328

Saham Salah Harga

Ada beberapa saham yang menurut saya salah harga, dengan kriteria PBV dibawah satu dan PER di bawah sepuluh. Beberapa yang masuk ke dalam kategori

SIMP dengan PER 19,4 dan PBV 0,7, sedikit di atas kriteria PER

BNGA dengan PER 9,6 dan PBV 0,8

Saham Potensial

Beberapa saham yang bisa diperhatikan untuk besok : AUTO, ERAA

 

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Diarysaham.com

Bagikan Jika Bermanfaat
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Pin on Pinterest
Pinterest
1
Posted in Saham Indonesia Hari ini and tagged , , , , .