Lo Kheng Hong dan Saham Salah Harga

Lo Kheng Hong adalah salah seorang investor saham yang boleh dibilang salah satu yang paling sukses di Indonesia. Menggunakan metode value investing, Lo Kheng Hong (LKH) akan mencari saham yang salah harga.

Prinsip value investing ini dipelajari dari Warren Buffet. Salah satu orang terkaya di muka bumi ini. Namun berbeda dengan Warren Buffet yang terkadang ikut serta dalam manajemen perusahaan yang dibelinya. LKH tidak melakukan hal itu.

LKH setiap harinya hanya melakukan analisa berita yang ada yang di koran. Membaca dan mencari tahu berita-berita yang akan mempengaruhi harga saham.

Selain harga, hal lain yang diperhatikan oleh LKH adalah manajemen perusahaan. Apakah manajemen perusahaan mengikuti prinsip “good governance”. Juga bagaimana prospek bisnis sebuah perusahaan di masa depan.

Kesemuanya ini adalah analisa fundamental. Namun jika para trader hanya memperhatikan Price Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio (PER). LKH melakukan analisa yang lebih mendalam lagi.

BUMI

BUMI adalah sebuah saham yang sangat menarik. Sempat mencapai harga Rp. 8000 di sekitar tahun 2007-2008. Namun akhirnya ambruk dan berada di harga Rp. 50 alias gocap, harga terbawah di IHSG.

Lo Kheng Hong ternyata memperhatikan saham BUMI. Melihat harga BUMI yang terkapar di posisi gocap. LKH mencoba untuk melakukan analisa fundamental, bukan melihat dari sisi PER dan PBV namun dari sisi lain yang mungkin tidak pernah terpikirkan. Setidaknya oleh saya.

Lo Kheng Hong meminta kepada brokernya untuk mencari data-data BUMI. Data yang mencakup antara lain, berapa cadangan batubara yang dikuasai oleh perusahaan ini.

Ternyata data cadangan terbukti yang dimiliki oleh BUMI cukup besar, yaitu sekitar 3 miliar ton. Dengan harga rata-rata US$ 40 per ton maka cadangan batu bara yang dimiliki BUMI adalah sekitar US$ 120 miliar.

Tentu saja harga saham BUMI adalah salah harga. Harga gocap dengan jumlah saham beredar 36,6 miliar, mencerminkan nilai perusahaan sebesar US$ 137 juta. Harga saham yang sangat murah, sehingga LKH memutuskan untuk membelinya.

Nilai wajar BUMI, menurut LKH adalah harga batu bara dikurangi biaya produksi dan royalti yang harus dibayarkan ke pemerintah dikalikan jumlah cadangan. Lalu dikurangi jumlah utang BUMI. Menurut perhitungan LKH adalah US$ 4,6 miliar (Jan 2017).

“Tentu saja sebagai seorang value investor, saya harus membelinya” kata LKH kepada Kontan.co.id pada Januari 2017.

Kontan.co.id

PTRO

Alasan yang mendasari keputusan untuk membeli saham PTRO berbeda dengan alasan dalam membeli saham BUMI.

Dalam membeli saham BUMI alasannya adalah nilai cadangan batu bara yang jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai saham yang beredar.

PTRO memiliki jumlah modal senilai US$ 170 juta atau senilai Rp. 2.261 miliar dengan asumsi kurs Rp 13.300 per US$. Jadi memiliki nilai buku  seharga Rp. 2.261 per saham. Pada tahun 2016 saham PTRO sempat menyentuh harga Rp. 300 dan saat itu LKH membeli lagi saham PTRO.

Tetapi LKH mulai mengoleksi saham ini sejak tahun 2013, setelah anjlok dari harga sekitar Rp. 4200 di tahun 2012 dan menyentuh Rp. 1.020 di tahun 2013. Bukannya naik namun harga semakin anjlok dan sempat menyentuh harga Rp. 281.

Pada saat harga anjlok bukannya mengurangi atau cut loss, LKH malah terus membeli sehingga kepemilikan sahamnya naik menjadi 92,6 juta saham di tahun 2014 atau 10,251%. Karena harga sahamnya dianggap murah, bandingkan Rp. 300 dengan Rp. 2.261 (nilai buku PTRO).

Di tahun 2016, kepemilikan LKH meningkat menjadi 106,91 juta saham atau sekitar 11,457%.

Belum lama ini LKH menikmati jumlah dividen sekitar Rp. 7 milyar dari saham PTRO.

Kontan.co.id

Bisakah kita mengikuti pola dagang saham Lo Kheng Hong?

Pertama yang harus diingat adalah Lo Kheng Hong bukanlah seorang trader saham. Melainkan investor saham yang memiliki pemikiran bahwa memiliki sebuah saham dalam jangka panjang barulah menguntungkan.

Untuk itu yang pertama kali Anda harus lakukan adalah mencari atau menciptakan uang dingin pada portfolio yang dimiliki. Artinya uang yang tidak akan dipergunakan dalam jangka panjang.

Baca “Istilah uang dingin dalam investasi

Jika ada maka, Anda tidak perlu khawatir harus menjual sebuah saham dalam posisi rugi karena uang yang digunakan untuk membeli saham itu akan digunakan untuk keperluan lain.

Kedua, harus rajin dalam mencari saham yang salah harga. Mungkin jika beruntung maka Lo Kheng Hong akan membuka saham yang sedang dikoleksinya. Namun sebaiknya kita harus mencari sendiri. Dengan cara mengamati saham-saham yang memiliki PBV yang rendah dengan PER yang masih masuk akal dan industri yang sedang berkembang.

Malah jika memungkinkan, lakukan analisa yang lebih mendalam seperti yang dilakukan Lo Kheng Hong.

Ketiga, melatih kesabaran. Value investing tidak bisa mengharapkan hasil dalam jangka waktu pendek. Seperti pengalaman saya sendiri, INKP saya harus pegang selama hampir satu tahun. Baru bisa menghasilkan keuntungan lebih dari 200%.

Itupun masih salah perhitungan, saya sudah jual sebelum harga mencapai puncak. Saya jual di kisaran Rp 8.000- Rp 9.000. Per 23 April 2018, harga sudah mencapai Rp 13.000 namun saya lihat volume transaksinya makin berkurang.

Keempat, menurut pendapat saya, Lo Kheng Hong sekarang ini sudah dalam posisi yang bisa dikatakan punya modal yang sangat besar. Sehingga bisa membeli saham yang salah harga pada posisi yang sangat rendah, kemudian menunggu lebih dari satu tahun sampai saham tersebut harganya naik (PTRO sejak tahun 2013 sampai sekarang).

Bagi yang memiliki modal yang terbatas seperti saya. Yang saya lakukan adalah mengumpulkan semua data saham yang harganya menurut saya murah dan menunggu saham tersebut aktif dengan melihat dari volume perdagangan dan pergerakan harga, baru membelinya. Sehingga kita bisa lebih mengefektifkan modal.

Semua balik lagi kepada cara dan keputusan masing-masing. Bagaimana cara untuk berinvestasi di saham, baik sebagai investor jangka panjang maupun jangka pendek (trading).

Paling utama adalah jangan sekali-kali punya pola pikir bermain-main dengan saham. Karena saham memiliki risiko tinggi, sehingga harus berhati-hati.

Sumber gambar Kontan.co.id

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Diarysaham.com

Bagikan Jika Bermanfaat
Share on Facebook
Facebook
4Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Pin on Pinterest
Pinterest
0
Posted in Artikel Ekonomi lain and tagged , , , , .