IHSG

IHSG 13 April 2018, Moodys Meningkatkan Rating Utang Indonesia

IHSG 13 April 2018, Moodys Meningkatkan Rating Utang Indonesia

IHSG ditutup turun sebesar 0,65% ke level 6.270, total transaksi sekitar 5,28 triliun Rupiah dengan volume sekitar 79,1 juta lot saham yang ditransaksikan.

Asing mencatatkan net sell sekitar Rp.620,8 milyar

Rangking saham dengan peningkatan tertinggi (value):

  1. SMMA naik sebesar Rp. 1.200 ke Rp 9.800
  2. GDYR naik sebesar Rp. 380 ke Rp. 2.180
  3. BLTZ naik sebesar Rp 300 ke Rp. 9.800

Rangking saham dengan peningkatan tertinggi (persentase):

  1. BIMA naik 33,84% ke Rp.87
  2. INPS naik 25% ke Rp. 1.250
  3. GDYR naik 21,11% ke Rp. 9.800

Rangking saham dengan penurunan tertinggi (value)

  1. MKPI turun sebesar Rp. 1.800 ke Rp. 25.000
  2. UNVR turun sebesar Rp. 1.500 ke Rp. 50.200
  3. GGRM turun sebesar Rp. 650 ke Rp 76.000

Rangking saham penurunan tertinggi (persentase):

  1. TRIL turun 29,75% ke Rp 85
  2. SRSN turun 25,84% ke Rp 66
  3. MIRA turun 25,37% ke Rp 50

MYRX mencatatkan volume transaksi tertinggi hari ini dengan 3,4 juta lot saham yang diperdagangkan. IIKP ada di posisi kedua dengan 3,1 juta lot saham diperdagangkan. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh RIMO dengan 3 juta lot saham diperdagangkan.

Nilai tertinggi perdagangan saham hari ini adalah TLKM yaitu sekitar Rp. 325,1 milyar nilai saham yang diperdagangkan. BBCA mencatatkan nilai kedua tertinggi yaitu sekitar Rp. 322,8 milyar dan BBRI menduduki posisi ketiga dengan nilai Rp.211 milyar.

Frekuensi perdagangan tertinggi hari ini berurutan, HELI (9.072 kali), TAXI (8.637 kali) dan MNCN (8.019 kali)

Rupiah menguat dan berakhir di posisi Rp. 13.749 dibandingkan dengan US$.

Indeks saham Nikkei Jepang naik sebesar 0,55% ke posisi 21.778

Indeks saham Hang seng Hong Kong turun sebesar 0,07% ke posisi 30.808

 

Moodys Meningkatkan Rating Utang Indonesia

Setelah pada bulan Desember 2017, Fitch meningkatkan rating utang Indonesia. Dari BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil. Hal yang menyebabkan kenaikan rating ini salah satunya adalah ketahanan Indonesia terhadap guncangan eksternal atau faktor global dalam beberapa tahun terkahir.

Moodys juga meningkatkan peringkat utang Indonesia. Menjadi Baa2 dengan outlook stabil dari sebelumnya Baa3 dengan outlook positif.

Menurut analis Sovereign Risk Group of Moodys Investment Service, Anuskha Shah dalam keterangan tertulisnya. Bersamaan dengan peningkatan penyangga keuangan, kebijakan fiskal dan moneter yang bijaksana. Memperkuat keyakinan Moodys Indonesia memiliki ketahanan dan kapasitas untuk merespons guncangan. Akibatnya, utang Indonesia lebih sebanding dengan negara di tingkat Baa2.

Kendala yang masih disorot saat ini adalah pendapatan negara yang masih kurang kuat. Hal ini akan meningkatkan perbanding utang dan PDB menjadi 30% dalam beberapa tahun mendatang. Di bawah rata-rata 39% dari semua negara yang memiliki status utang investment grade.

Peningkatan ini menjadi bukti bahwa utang Indonesia belum sampai pada tahap mengkhawatirkan. Walaupun memang tetap perlu diperhatikan peningkatan dan penggunaannya.

Kompas.comKontan.co.id

Trump Meninjau ulang Trans Pacific Partnership

Setelah sebelumnya menolak TPP yang dikatakan tidak menguntungkan Amerika Serikat. Trump kemarin telah memerintahkan penasihat ekonominya, Larry Kudlow untuk meninjau ulang keikutsertaan AS dalam Trans Pacific Partnership.

Walaupun dengan cuitan, Trump tetap mengatakan jika tidak ada penawaran yang lebih baik dari yang sekarang ditawarkan. Maka AS tidak akan bergabung dengan TPP.

TPP adalah sebuah kerjasama ekonomi negara-negara Pasifik. Termasuk Australia, Jepang, Selandia Baru, Singapore dan Vietnam. Pada bulan Maret kemarin, 11 negara yang tergabung, telah menandatangi kesepatan dagang ini.

CNBC.com

 

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Diarysaham.com

Bagikan Jika Bermanfaat
Share on Facebook
Facebook
2Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Pin on Pinterest
Pinterest
0
Posted in Saham Indonesia Hari ini and tagged , , , .