Fenomena Gaji 10 Koma, Masalah Dalam Gaya Hidup

Fenomena Gaji 10 Koma, Masalah dengan Gaya Hidup

Dalam pembicaraan sehari hari dengan rekan dalam satu perusahaan, maupun teman di luar. Seringkali teman-teman saya bercanda tentang gaji yang 10 koma, yaitu setelah tanggal 10 gaji habis. Sedangkan tanggal gajian berikutnya masih lama.

Fenomena gaji 10 koma, menurut pendapat saya bisa terjadi karena dua hal. Satu memang kurangnya penghasilan. Kedua karena kita terlalu boros dan tidak pernah membuat anggaran bulanan untuk mengatur gaji kita. Saya cukup beruntung karena sejak kecil orang tua saya memaksa saya untuk bisa mengatur keuangan, dengan memberikan uang saku mingguan. Uang saku tersebut sudah termasuk transport ke sekolah dan untuk jajan. Seringkali  agar bisa jajan lebih banyak atau untuk membeli buku cerita, saya jalan kaki ke sekolah.

Financial Check Up

Bagi Anda yang mengalami gaji yang 10 koma atau gaji habis tanpa bisa menabung, Anda bisa melakukan financial check up.

Pertama yang harus Anda lakukan adalah, mencatat semua penghasilan dan pengeluaran. Penghasilan, misalnya dari gaji, komisi, bonus, tunjangan hari raya, jualan online. Pokoknya semua penghasilan yang  anda dapatkan. Jika Anda sudah menikah, penghasilan berarti penghasilan Anda dan pasangan.

Pengeluaran, catat semua pengeluaran Anda dalam satu bulan. Ngopi, uang transport, uang sekolah anak, listrik, pulsa telepon, air, uang kos, gaji asisten rumah tangga, kredit rumah,kredit kendaraan dan lainnya. Semua pengeluaran harus dicatat sampai sekecil-kecilnya, hal ini sangat penting.

Kedua, lakukan analisa mana pengeluaran yang memang kebutuhan atau hanya keinginan dan gengsi. Kredit atau utang boleh dilakukan selama untuk kegiatan yang produktif.

Misalnya kredit untuk rumah, dalam beberapa tahun harga rumah akan naik terus. Lahan tidak akan bertambah, bumi besarnya yang  segini saja. Belum ada teknologi untuk reklamasi bumi. Sebaliknya kendaraaan, motor atau mobil nilainya akan turun terus. Apakah benar Anda membutuhkan motor atau mobil? Bandingkan cicilan kredit mobil ditambah nilai tenaga yang harus Anda keluarkan ditambah biaya pemeliharaan rutin dengan misalnya menggunakan transportasi online. Mana yang lebih mahal, jika menggunakan transportasi online lebih mahal, berarti betul Anda membutuhkan kendaraan. Jika biaya transportasi online lebih murah, menurut pendapat saya Anda tidak membutuhkan kendaraan.

Contoh analisa lain, apakah memang Anda butuh ngopi di mall? Apakah memang Anda butuh makan di restoran kekinian? dan lainnya

Jika sudah semua pengeluaran sudah dianalisa. Anda seharusnya bisa melihat apakah memang penghasilan kurang atau memang gaya hidup Anda tidak sesuai dengan penghasilan.

Anggaran

Seperti dalam bekerja dimana biasanya kita selalu membuat sebuah rencana untuk mengatasi masalah ataupun untuk mengembangkan perusahaan. Anggaran juga merupakan sebuah rencana, dalam keuangan.

Penghasilan, bagi orang yang bekerja penghasilan sebenarnya bisa dibagi menjadi dua bagian. Penghasilan tetap, seperti gaji dan tunjangan hari raya (selama perusahaan tempat Anda bekerja rutin memberikan THR). Penghasilan tidak tetap seperti komisi dan bonus.

Idealnya, penghasilan tetap harus bisa menutupi pengeluaran bulanan kita, Tetapi jika tidak bisa tambahkan penghasilan tidak tetap yaitu komisi. Komisi yang didapatkan harus dirata-rata misalnya dalam 6 bulan terakhir berapa rata-rata komisi yang didapatkan. Bonus jangan dihitung, karena mendapatkan bonus ataupun apakah perusahaan akan mengeluarkan bonus tidak bisa anda pengaruhi. Kecuali perusahaan Anda sudah menggunakan key performance indicator dan balance score card untuk menentukan bonus.

Rata-rata komisi bisa Anda tambahkan ke dalam pos penghasilan tetap, mungkin setelah dikurangi 20% karena sulit untuk memprediksi bagaimana penjualan ke depannya. Pembuatan rata-rata ini harus di up date setiap beberapa waktu sekali.

Jika penghasilan Anda tidak tetap misalnya pekerja mandiri atau pengusaha. Maka rata-rata penghasilan Anda selama 6 bulan bisa dianggap sebagai penghasilan yang tetap.

Prioritas pengeluaran dalam anggaran, Prioritas pertama, pengeluaran yang penting bagi kelangsungan hidup dan pekerjaan Anda. Misalnya biaya transport, sewa rumah/kost, makan, minum, listrik, pulsa telepon (untuk pekerjaan) dan lainnya.

Prioritas kedua, pembayaran cicilan utang. Kartu kredit, mobil, motor, handphone dan lainnya. Secara ideal pos pengeluaran pembayaran cicilan utang tidak boleh melebihi 30 % dari penghasilan Anda. Jika memiliki penghasilan 5 Juta per bulan, berarti maksimal cicilan utang tidak boleh lebih dari sekitar 1,6 Juta. Andaikan cicilan utang Anda sudah melebihi 30%, sebaiknya Anda sudah mulai check ulang, mana utang yang perlu dan mana yang tidak.

Prioritas ketiga, menabung. Terserah Anda, ingin menganggarkan berapa untuk ditabung dalam sebulan. Secara Ideal 10% dari penghasilan Anda harus ditabung. Tabungan harus bisa memenuhi kebutuhan pengeluaran 6 bulan untuk menghadapi resiko perusahaan bangkrut atau Anda terkena PHK. Untuk yang berpenghasilan yang tidak tetap lebih penting lagi, mungkin Anda harus minimal mempunyai tabungan yang cukup untuk 12 bulan pengeluaran.

Jika Anda sudah memilah mana pengeluaran yang merupakan kebutuhan dan mana yang hanya mengikuti gaya hidup konsumtif. Serta disiplin dalam membuat dan mengelola anggaran. Penghasilan Anda masih tidak cukup

Maka sudah saatnya Anda mencari penghasilan tambahan. Banyak cara halal untuk mencari pendapatan tambahan. Misalkan dengan menjadi driver transportasi online, mencari pekerjaan freelance (ada beberapa website seperti Sribulancer dan Projects), menjual jasa keahlian anda, menjadikan mobil anda menjadi iklan berjalan, berjualan online dan yang lainnya.

Salam

Hanya sekedar berbagi

Artikel ini pernah ditayangkan di Kompasiana oleh Ronald Wan

Diarysaham.com

Bagikan Jika Bermanfaat
Posted in Tips Keuangan dan Investasi and tagged , , , .

@Pseudonym | Love To Read | Try To Write
Observant